Selasa, 23 Juli 2019

KEBIJAKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI




Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi bisa dibilang sebagai indikator berhasil atau tidaknya suatu pemerintahan dalam menjalankan, mengelola, dan membangun negara. Meskipun, ada banyak faktor baik di dalam negeri maupun di tataran global yang menjadi faktor penentu. Perekonomian Indonesia masih akan menghadapi berbagai tantangan. Di sisi eksternal, tantangan utama bersumber dari risiko pertumbuhan ekonomi global yang belum kuat dan penurunan harga komoditas. Di sisi domestik, tantangan struktural terkait dengan: ketahanan pangan, energi, serta air, daya saing industri, maritim, dan pariwisata, pembiyaan jangka panjang dan ekonomi inklusif. Di samping itu, modal dasar pembangunan serta stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan perlu diperkuat lagi. Untuk itu, bauran kebijakan diarahkan untuk mengawal stabilitas, mendorong momentum pertumbuhan ekonomi dan mempercepat reformasi struktural. Ke depan, struktur ekonomi Indonesia diharapkan lebih terdiversifikasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Adapun kebijakan-kebijakan yang diperlukan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, antara lain: Pertama, memperbaiki kualitas infrastruktur guna mendorong minat investasi asing serta mengurangi biaya ekonomi yang cukup tinggi. Kedua, mendorong sektor agriculture dan Usaha Kecil Menengah agar tetap tumbuh karena sektor ini tahan terhadap gejolak dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Ketiga, mendorong kebijakan sektor industri yang bisa subtitusi impor sehingga mempunyai nilai tambah. Keempat, menerapkan peraturan easy of doing business agar iklim investasi tumbuh secara berkelanjutan. Kelima, memanfaatkan kemajuan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi. Namun semua itu bisa terlaksana dengan baik jika didukung oleh pemerintah dan pengusaha swasta, agar bisa mengatasi permasalahan ekonomi yang sedang dihadapi oleh Indonesia.

Sektor Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Salah satu contoh sektornya adalah Sektor industri ialah bidang mata pencaharian yang menggunakan keterampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan dan distribusinya sebagai dasarnya. Kebijakan sektor industri ialah: Pertama, pembangunan industri diarahkan pada industri-industri yang berbasis pertanian dan pertambangan, dan kelautan yang mampu memberikan nilai tambah yang tinggi dan mampu bersaing dalam pasar lokal, regional, dan global. Kedua, pengembangan IKM dan Industri Mikro (Industri Rumah Tangga), perlu didorong untuk menjadi usaha yang makin berkembang dan maju, sehingga mampu mandiri dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha. Ketiga, meningkatkan dan mengoptimalkan perolehan devisa ekspor produk industri kehutanan, pertambangan, pertanian dalam arti luas berikut industri turunannya.


Industri pengolahan saat ini tumbuh menjadi yang tertinggi dibandingkan yang lain, sebesar 0,83%. Dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, ada tiga sektor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2019. Ketiga sektor itu adalah industri dengan kontribusi sebesar 20,07%, lalu perdagangan 12,20%, dan pertanian 12,65%. Namun, sektor industri hanya melaju 3,86% (year on year/yoy), terendah dibandingkan pertanian dan pertambangan. Angka ini juga lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang berada di level 4,25% (yoy). Di sektor itu, industri pengolahan tumbuh menjadi yang tertinggi dibandingkan yang lain, sebesar 0,83%. Di bidang makanan dan minuman juga terjadi peningkatan, kondisi serupa juga terjadi di industri tekstil dan pakaian.

Industri pengolahan tembakau tumbuh akibat peningkatan permintaan dalam dan luar negeri. Di bidang kertas, percetakan dan reproduksi media rekaman mengalami pertumbuhan signifikan, yaitu 9,22%. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan domestik. Untuk sektor perdagangan, mengalami peningkatan secara triwulan. Pada kuartal pertama lalu angkanya tumbuh 5,26% (yoy). Di kuartal sebelumnya sektor ini hanya tumbuh 4,39%. Hal ini sejalan dengan naiknya permintaan logistik. Perdagangan besar dan eceran jauh meningkat dibandingkan perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya. Namun, pertumbuhan perdagangan dengan negara-negara lain angkanya melambat. Dengan Tiongkok, angkanya 6,4% pada kuartal pertama 2019, dari 6,8% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lalu, dengan Singapura juga jauh lebih rendah, yaitu dari 4,7% menjadi 1,3%. Kondisi serupa juga terjadi untuk Korea Selatan, pertumbuhan perdagangannya dengan Indonesia dari 2,8% menjadi 1,8%. Hanya dengan Amerika Serikat saja terjadi penguatan, dari 2,6% menjadi 3,2%.

Dan di sektor pertanian, pada kuartal pertama 2019 terjadi pertumbuhan 1,81% (yoy). Angka ini sebenarnya jauh lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang mencapai 3,87%. Penurunannya terjadi akibat pergeseran masa tanam dan panen padi. Akibatnya, tanaman pangan pertumbuhannya minus 5,94%.

Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Lampung
Mayoritas Provinsi di Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional, sedangkan hanya beberapa Provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional. Sementara itu, di dalam perspektif Asia rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 3 tahun terakhir ini masih lebih baik dibandingkan negara lain. Salah satunya Lampung ditengah pertumbuhan ekonomi dunia dan volume perdagangan dunia yang tumbuh terbatas, akselerasi ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan II 2019 diperkirakan tetap tumbuh tinggi dengan kisaran 5,1%-5,5% (yoy) dan potensi bias keatas. Pertumbuhan yang melebihi capaian triwulan sebelumnya akan dimotori oleh konsumsi swasta seiring dengan pola musiman hari besar keagamaan dan libur. Selain itu, laju investasi khususnya investasi bangunan juga ikut menopang seiring berlangsungnya penyelesaian pembangunan infrastruktur strategis. Secara sektoral, siklus peningkatan permintaan di hari-hari tertentu diperkirakan dapat mendorong kinerja sektor perdagangan, industri pengolahan serta transportasi dan pergudangan. Adapun masih berlanjutnya produksi sektor pertanian khususnya tanaman pangan dan membaiknya produksi sektor perkebunan juga diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung.

Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan III 2019 diperkirakan berada pada kisaran 5,1%-5,5% (yoy) dengan potensi bias kebawah hingga beberapa basis poin dari capaian triwulan sebelumnya. Konsumsi swasta diperkirakan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan, meskipun tidak sekuat periode sebelumnya yang ditopang faktor musiman perayaan hari besar keagamaan. Pendorong pertumbuhan lainnya diperkirakan bersumber dari meningkatnya realisasi investasi dan perbaikan net ekspor yang didukung kenaikan produksi pertanian meskipun harga komoditas utama ekspor seperti CPO dan batubara diperkirakan cenderung stagnan atau bahkan turun. Secara sektoral, siklus produksi optimal komoditas perkebunan seperti kopi, tebu dan nanas memasuki musim kemarau diperkirakan menjadi penopang kinerja sektor pertanian, juga sektor perdagangan besar-eceran dan sektor transportasi dan pergudangan.

Secara keseluruhan tahun 2019, pertumbuhan ekonomi Lampung diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2018 dengan dukungan yang cukup solid dari konsumsi swasta dan investasi. Dari sisi sektoral, peningkatan aktivitas industri pengolahan, perdagangan dan pertanian juga diperkirakan dapat menopang perekonomian Lampung tahun 2019. Sementara inflasi, kendati diproyeksikan akan lebih tinggi dari capaian 2018, namun level tersebut masih sejalan dengan target inflasi nasional 3,5±1%. 


Referensi:

Kamis, 11 Juli 2019

SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA INDONESIA




Sistem Ekonomi merupakan suatu sistem atau cara yang digunakan suatu negara untuk mengahadapi masalah-masalah perekonomian, adapun masalah perekonomian yang dimaksud yaitu: What, apa yang akan diproduksi, How, bagaimana cara untuk mendistribusi, For Whom, untuk siapa akan dikonsumsi. Tujuan sistem ekonomi diterapkan oleh suatu negara yang diharapkan akan terpenuhi adalah kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, pertumbuhan ekonomi global, kestabilan ekonomi dengan kesempatan kerja penuh, adanya dorongan untuk bekerja, serta pemerataan pendapatan.

Fungsi sistem perekonomian
Sistem ekonomi memiliki peranan penting bagi perekenomian suatu negara. Secara umum, berikut ini adalah beberapa fungsi economic system tersebut:
1.      Untuk memberikan dorongan terhadap kegiatan produksi di suatu negara.
2.      Untuk mengkoordinasikan segala kegiatan individu dalam kaitannya dengan perekonomian.
3.      Untuk mengatur pembagian hasil produksi ke semua anggota masyarakat sehingga kegiatan ekonomi berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
4.      Untuk menciptakan suatu mekanisme tertentu dalam kegiatan distribusi barang dan jasa agar berjalan dengan baik.

Macam-macam Sistem Ekonomi
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional yaitu sebuah sistem ekonomi dalam organisasi merupakan kehidupan ekonomi yang berdasarkan kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun yang masih mengandalkan faktor produksi apa adanya.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional
  1. Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
  2. Masih bergantung pada sektor pertanian atau agraris.
  3.  Masih mempunyai ikatan tradisi yang sifatnya kekeluargaan, sehingga bersifat kurang dinamis.
  4. Dalam teknologi produksinya masih sederhana.


2. Sistem Ekonomi Terpusat
Sistem ekonomi terpusat termasuk dalam bentuk sistem ekonomi terencana, dan disebut juga sebagai sistem ekonomi sentral atau komando. Sistem ekonomi terpusat adalah suatu sistem ekonomi yang kegiatannya berpusat, diatur dan diawasi oleh pemerintah. Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah memiliki hak penuh untuk mengorganisir faktor produksi dan alokasi hasil produksi dalam suatu negara.

Ciri-ciri sistem ekonomi terpusat
  1. Pemerintah bertanggung jawab penuh pada keputusan kegiatan ekonomi yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Pada proses penyaluran atau distribusi hingga kegiatan konsumsi oleh masyarakat dikelola, diawasi dan dikendalikan oleh pemerintah.
  2. Pemerintah tidak memberikan kebebasan pada perorangan maupun kelompok untuk melakukan kegiatan ekonomi, karena sepenuhnya telah dikuasai oleh pemerintah.
  3. Hak pribadi tidak diakui karena semuanya diatur oleh pemerintah.
  4. Segala sumber daya ekonomi meliputi faktor modal maupun produksi dimiliki oleh pemerintah. Masyarakat tidak memiliki hak apa pun atas sumber daya ekonomi.


3. Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi liberal yaitu suatu sistem ekonomi yang berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi semua masyarakat dalam kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan dari pemerintah. Suatu kondisi yang dimana pemerintah benar-benar lepas tangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi dalam istilah ekonomi disebut dengan laissez-faire. Negara-negara yang menganut sistem ekonomi liberal yaitu antara lain: Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Belgia, Irlandia, Swiss, Kanada, dan Indonesia yang pernah menganut sistem ekonomi liberal pada tahun 1950-an.

Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
  1. Semua sumber produksi adalah milik masyarakat secara individu.
  2. Diakuinya kebebasan pihak swasta atau masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.
  3. Setiap orang bebas memiliki barang (hak milik diakui), termasuk barang modal.
  4. Pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.


4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran yaitu suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam berusaha melakukan suatu kegiatan ekonomi, akan tetapi disisi lain pemerintah mempunyai campur tangan dalam perekonomian dengan tujuan untuk menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan masyarakat pada sumber daya ekonomi.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran
  1. Adanya suatu pembatasan pihak swasta oleh negara pada bidang-bidang yang menguasai hidup orang banyak yang dikuasai oleh negara.
  2. Adanya campur tangan pemerintah terhadap suatu mekanisme pasar yang melalui berbagai kebijakan ekonomi. 
  3. Adanya mekanisme suatu kegiatan perekonomian terdapat campur tangan pemerintah dengan berbagai  kebijakan ekonomi.
  4. Adanya hak milik perorangan yang diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.


5. Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi Pancasila yaitu sistem ekonomi yang didasari dari jiwa ideologi Pancasila yang dalamnya terdapat makna demokrasi ekonomi yakni suatu kegiatan ekonomi yang berdasarkan usaha bersama dengan asas kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat dalam bimbingan dan pengawasan pemerintah.

Ciri-ciri sistem ekonomi pancasila
  1. Etika dan nilai agama terlibat dalam keputusan perekonomian.
  2. Kebijakan ekonomi mengedepankan nilai kemanusiaan.
  3. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berasas kekeluargaan.
  4. Cabang-cabang produksi yang penting bagi rakyat dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat.

Sistem Perekonomian Indonesia
Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena adanya pengaruh komunisme yang disebarkan oleh  Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem ekonomi demokrasi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan. Berikut ini sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orde Baru hingga Sekarang.

Sistem Ekonomi Demokrasi
Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem ekonomi demokrasi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha berusaha dalam mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara juga berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.


Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi
  1. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
  2. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat.
  3. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  4. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  5. Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  6. Potensi, inisiatif,  dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi
  1. Sistem free fight liberalisme, yaitu  sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.
  2. Sistem etatisme, dimana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi diluar sektor negara.
  3. Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.


Sistem Ekonomi kerakyatan
Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha.

Ciri-ciri sistem ekonomi kerakyatan

  1. Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.
  2. Memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.
  3. Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
  4. Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.
  5. Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.





Demikian artikel tentang Sistem Perekonomian Negara Indonesia, mohon maaf jika dalam penulisan artikel terdapat kesalahan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. 

Referensi:
http://sosiologis.com/sistem-ekonomi-pancasila (Diakses: Jum'at, 5 Juli 2019 Jam 17.10)




Kamis, 30 Mei 2019

PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN PROVINSI LAMPUNG







Provinsi Lampung adalah Provinsi yang terletak di paling Selatan Pulau Sumatera dengan letak geografisnya berada diantara 103° 40' – 105° 50' Bujur Timur dan 6° 45' – 3° 45' Lintang Selatan. Provinsi Lampung berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu disebelah Utara. Sedangkan disebelah Barat dan Selatannya berbatasan dengan Selat Sunda, disebelah Timur Provinsi Lampung berbatasan dengan Laut Jawa.
Provinsi Lampung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan ini didirikan pada tanggal 18 Maret 1964 berdasarkan dasar hukum Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1964. Luas wilayah Provinsi Lampung adalah sebesar 34.623,80 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 9.549.079 jiwa pada tahun itu. Pada Tahun 2016 jumlah penduduk di Provinsi Lampung sebanyak 8.205.141 jiwa sedangkan Tahun 2017 jumlah penduduk di Provinsi Lampung sebanyak 8.289.000 jiwa. Secara adminitratif, Provinsi Lampung dibagi menjadi 13 Kabupaten dan 2 Kota. Dengan Ibukota Provinsi Lampung adalah Bandar Lampung. 


Pertumbuhan Ekonomi

Ekonomi Lampung pada triwulan IV 2018 mampu tumbuh tinggi sebesar 5,38% (yoy) melebihi pertumbuhan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,19% (yoy). Akselerasi pertumbuhan tersebut konsisten dengan pola seasonalnya dan tercatat sebagai yang tertinggi sejak 2014 dengan rata-rata historis petumbuhan triwulan IV sebesar 5,08% (yoy). Di sisi permintaan, menguatnya pertumbuhan ekonomi triwulan laporan didorong oleh solidnya konsumsi rumah tangga. Di sisi penawaran, motor pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2018 bersumber dari lapangan usaha industri pengolahan dan pertanian.
Disepanjang tahun 2018, ekonomi Lampung dapat tumbuh sebesar 5,25% (yoy), lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,16% (yoy). Hal ini terutama dipengaruhi oleh kinerja investasi yang membaik serta konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup kuat ditopang daya beli dan inflasi yang terjaga. Meski demikian, melemahnya net ekspor seiring dengan tingginya pertumbuhan impor menahan pertumbuhan ekonomi Lampung yang lebih tinggi di tahun 2018. Di sisi penawaran, pertumbuhan lapangan usaha pertanian khususnya di akhir tahun  dan industri pengolahan seiring dengan peningkatan aktivitas industri makanan dan minuman menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2018. Sejalan dengan kuatnya konsumsi domestik, sektor perdagangan di tahun 2018 mampu tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Memasuki triwulan I-2019 ekonomi Lampung diperkirakan masih tumbuh cukup tinggi didorong oleh kinerja konsumsi swasta yang kuat termasuk konsumsi. Perekonomian Lampung triwulan I-2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp87,19 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 59,34 triliun.
Ekonomi Lampung triwulan I-2019 bila dibandingkan triwulan I-2018 (y-on-y) tumbuh 5,18%. Dari sisi produksi,  pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,55%. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh  komponen pengeluaran konsumsi lembaga Non-Profit sebesar 10,20%.
Ekonomi Lampung triwulan I-2019 bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sebesar 6,22%. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 29,05%. Dari sisi pengeluaran disebabkan oleh pertumbuhan positif pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit sebesar 5,48% dan Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga sebesar 0,57%. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi wilayah Pulau Sumatera triwulan I-2019 tumbuh sebesar 4,55% dengan pertumbuhan tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan yang tumbuh 5,68%.

Mata Pencaharian Penduduk Provinsi Lampung

Melihat dari data diatas daerah ini mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan antara lain di sektor perkebunan dengan komoditi utama yang dihasilkan berupa cengkeh, kakao, kopi, pisang dan masih banyak lagi. Kontributor utama perekonomian daerah ini adalah disektor industri pengolahannya. Terdapat berbagai industri yang bahan bakunya berasal dari bahan tanaman dan perkebunan, industri tersebut sebagian besar merupakan industri rumah tangga yang mengolah kopi, pisang dan lada. 
Salah satu produk olahan dari perkebunan ini berupa pisang yang dijadikan keripik. Keripik merupakan makanan ringan yang banyak digemari oleh masyarakat dan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Keberadaan usaha kecil keripik ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja, meningkatkan nilai tambah pada komoditi itu sendiri dan menjadi sumber pendapatan bagi pemilik usaha tersebut yang diharapkan juga dapat berpengaruh dalam meningkatkan ekonomi masyarakat lokal.
Seperti di Desa Karang Anyar yang terletak di Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hampir seluruh masyarakat desa ini memiliki kegiatan industri pengolahan makanan seperti keripik, mulai dari keripik yang berbahan baku pisang, singkong, nangka, apel, ubi dan lain-lain. Tidak hanya keripik saja di desa ini juga mengolah makanan kelanting, kerupuk dan makanan lainya khas daerah Lampung.
Hampir kebanyakan masyarakat asli desa ini bekerja sebagai pedagang keripik ataupun makanan ringan, baik itu berjualan keliling, di tempat dan juga toko-toko sekitar pasar. Tetapi ada pula pembeli dari daerah lain yang datang membeli keripik ataupun hanya sekedar ingin mengenal desa yang satu ini, yaitu desa Karang Anyar.
Hal ini terlihat jelas dari adanya sentra penjualan oleh-oleh khas Lampung yang merupakan salah satu bentuk dukungan pemerintah setempat dalam hal pengembangan usaha kecil dan menengah di Provinsi Lampung. Tinggal bagaimana kita dapat mengolah dan mengembangkan usah ini, meskipun diluaran sana makanan berupa keripik sudah banyak, jika dapat dikembang dengan baik mulai dari pengolahan keripik yang diberikan berbagai variasi rasa, kemasannya yang unik dan menarik, mungkin dapat dipasarkan keluar Provinsi Lampung bahkan tidak menutup kemungkinan nantinya dapat kita ekspor keluar negeri sebagai makanan berciri khas dari Indonesia. 


Demikian artikel tentang Pertumbuhan Perekonomian, mohon maaf jika dalam penulisan artikel terdapat kesalahan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. 


Referensi:


https://lampung.bps.go.id/ (Diakses : Selasa, 21 Mei 2019 Jam 16.06)









Sabtu, 15 Desember 2018

PERANG DAGANG AMERIKA SERIKAT DENGAN TIONGKOK (CHINA)




Perang Dagang Amerika Serikat dengan China terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pada 22 Maret 2018, untuk mengenakan tarif sebesar US$ 50 Miliar terhadap barang-barang China dibawah Seksi 301 Undang-Undang Perdagangan 1974. Dengan menyebut riwayat “Praktik Perdagangan tidak Adil” serta pencurian kekayaan Intelektual. Namun disini Pemerintah China tidak mau kalah serta membuat pembalasan dengan menerapkan tarif mereka untuk lebih dari 128 Produk Amerika Serikat, terutama kedelai yang merupakan ekspor utama Amerika Serikat ke China.
Namun, Presiden Donald Trump membantah bahwa perselisihan tersebut adalah sebuah perang dagang, dinyatakan melaui Twitter pada April 2018. “Kita telah lama kalah dalam perang itu karena ulah orang-orang yang tidak kompeten, yang mewakili kepentingan Amerika Serikat”. Dan menambahkan bahwa ”Sekarang kita mengalami deficit perdagangan $500 Miliar per tahun, ditambah pencurian kekayaan intelektual sebesar $300 Miliar per tahun. Menteri Perdagangan Amerika Serikat Wilbur Ross menyatakan dalam sebuah wawancara CNBC bahwa tarif terhadap produk China yang direncanakan hanya mencerminkan 0,3% dari produk Domestik Bruto Amerika Serikat, sementara menurut Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders menyatakan bahwa langkah tersebut akan memiliki rasa sakit jangka pendek, namun akan membawa kesuksesan jangka panjang.

Dampak Positif Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China terhadap Indonesia
  • Indonesia Mempunyai Peluang untuk Melakukan Ekspor
Akibat dari perang dagang itu, Indonesia mempunyai potensi untuk mengekspor barang-barang kedua negara itu. Tidak hanya itu, Indonesia mampu menjadi negara ketiga yang “mengambil jatah” mengekspor barang ke Amerika Serikat dan China. Sehingga beberapa produk yang dihasilkan Amerika Serikat dan China yang menggunakan input kedua itu akan Supply menjadi terhambat. Ada beberapa barang yang dapat diekspor Indonesia seperti Baja, Alumunium, Besi serta Buah-Buahan. Meski begitu, Indonesia masih bisa merasakan dampak positif dari perang dagang antara kedua negara tersebut, walaupun sedikit kemungkinannya. Seperti China yang mengenakan tarif impor kedelai mahal, pasti nantinya mereka akan mencari alternatif lain untuk memenuhi minyak nabati dari kedelai. Di sinilah, Indonesia dapat menggantikannya dengan CPO (Crude Palm Oil) dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Dampak Negatif Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China terhadap Indonesia
  • Amerika Memutuskan kebijakan Ekspor di Sektor Industri Tekstil
Indonesia sebenarnya juga terkena dampak pengenaan tarif impor tinggi Amerika Serikat, tapi tidak setinggi China. Sektor industri yang turut merasakan dampak dari perang dagang Amerika Serikat dan China salah satunya industri tekstil. Saat ini fasilitas Generalised System of Preference (GSP) dari Amerika Serikat terhadap produk tekstil Indonesia sudah dicabut.
Generalised System of Preference salah satu mekanisme perdagangan yang memberikan penurunan tarif Bea Masuk (BM) dari negara-negara maju kepada negara-negara berkembang dengan menggunakan form A. Tentunya  Indonesia merasakan betul dampaknya, apa lagi salah satunya produk tekstil Indonesia ke Amerika Serikat itu Generalised System of Preference sudah dicabut. Hal ini membuat harga tekstil di Amerika Serikat tidak bisa bersaing dengan produk tekstil lainnya.
Selain itu, bersitegang antara Amerika Serikat dan China akan membuat kedua negara ini mencari pasar baru untuk mendistribusikan produk yang seharusnya di ekspor ke Amerika Serikat atau China.
  • Menurunnya Ekspor Bahan Baku Indonesia ke Amerika Serikat dan China
Dampak ke Indonesia ekspor kedua negara belum terlalu besar. Produk yang dihasilkan China kemudian ke Amerika itu mengambil bahan baku dari Indoensia,  namun akibat perang dagang tersebut menjadi relatif sedikit. Begitu Coverage diperluas, Indonesia perlu kajian lebih lanjut sejauh apa dampak terhadap ekspor untuk kedua negara tersebut.
  • Terjadi Trade Diversion yang bisa dimaksimalkan Indonesia
Karena persaingan pasar akibat perang dagang itu, akan terjadi trade diversion. Hal ini terjadi akibat adanya intensif penurunan tarif, misalnya Indonesia yang sebelumnya selalu mengimpor gula dari China kini harus beralih menjadi mengimpor gula dari Thailand karena harganya lebih murah.

Cara Mengatasi Dampak Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China terhadap Indonesia
Perang Dagang antara Amerika Serikat dan China terhadap Indonesia menimbulkan dampak ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan menimbulkan ketidakpastian. Untuk mengatasinya, Pemerintah Indonesia berjanji akan memperkuat industri lokal, mengurangi permintaan impor bahan baku dengan mengembangkan industri dasar, dan meningkatkan sektor pariwisata. Menurut pakar ekonomi, produk Indonesia yang terpengaruh oleh tarif yaitu tekstil, karet, sepatu dan iklan yang merupakan salah satu ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia seharusnya tidak usah banyak mewacanakan tapi harus benar-benar dilakukan. Kunci utamanya adalah “Produktivitas dan Daya Saing”, karena dengan adanya produktivitas dan daya saing pasti kelak akan menciptakan nilai tambah di perekonomian dalam negeri. Sehingga kebutuhan masyarakat akan terjamin yaitu kesempatan dalam bekerja. Dari hal tersebut negara Indonesia mampu mempunyai sumber daya yang besar, baik SDA maupun SDM yang baik, itu lah yang dimaksud dengan produktivitas. Selama semuanya produktif, kelak nantinya akan terjadi gejolak dari luar, Indonesia mampu bertahan tanpa menghiraukan apa yang sedang terjadi.

Demikian artikel tentang Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China, mohon maaf jika dalam penulisan artikel terdapat kesalahan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca. Sekian dan Terima Kasih.

Referensi: